oke, welcome friends! silahkan baca-baca beberapa kumpulan cerita pendek sayaaa.. :D :D
Mereka berempat, panggil saja mereka itu A,B,C dan D. Suatu ketika di kelas 8g, jam pelajaran kosong. Mereka mencari guru matematika yang saat itu seharusnya mengajar di kelas kami. Bapak matematika tidak dapat mengajar karena ia disibukkan oeh sesuatu. Ia hanya memberi tugas kepada kelas 8g. Sesampainya di kelas si A, B, C, dan D, hanya diam, mereka tidak memberitahu aku dan teman-teman mengenai tugas yang diberikan pak guru. Salah seorang teman saya bertanya "Ada tugas ndak'e?"temanku berkata dengan logat jawanya, Si A menjawab "ini baru ditanyain", Karena hal itu aku dan teman-teman sibuk dengan diri kami masing2, ada yang bercanda-canda, dsb.
Suatu ketika bapak matematika itu tadi datang ke kelas 8g. Serentak mereka berkata "Ini pak, tugas matematikanya sudah selesai". Kamipun kaget, bagaimana tidak, mereka ber-4 tidak memberitahu kami mengenai tugas matematika itu. Bapak guru menanyakan "Mana ini kok baru 4 orang yang mengumpulkan?" kami menjawab "Nggak diberitahu pak!", kami di panggil satu-satu untuk menghadap bapak guru, dan apa?? kami di poin. Astaga aku merasa jengkel dengan hal ini, ini semua ulah mereka ber-4.
Seusai pelajaran matematika, temanku yang laki-laki menghampiri mereka ber-4 mereka mengeluarkan kata-kata kotor^^tidak dapat menyebutkan contohnya^^.Ya memang pantas mereka berkata seperti itu untuk orang seperti mereka ber-4. Mereka ber-4 hanya mengeluarkan sepatah duapatah kata untuk teman-teman lelakiku, seperti 'Salah kalian sendiri nggak ngerjain tugasnya' atau 'Udah to ah kalian tu jangan kek gini'.
Suatu saat ketua kelas kami dipanggil oleh BK (Bimbingan konseling). Dan yak bagus poin lagi, itu semua masih berhubungan dengan pelajaran matematika saat itu. Aku dan teman-temanku semakin benci dengan mereka ber-4. Teman laki-laki yang selalu mengusili mereka dengan penuh dendam. Seperti menyembunyikan buku mereka hingga akhirnya mereka dihukum, dsb.
Yah... akhirnya setelah teman-temanku puas mengerjai mereka. Kami berhenti untuk mengerjai mereka. Tapi rasa dihati ini masih dongkol sekali, begitu pula dengan teman-temanku yang lain.
:) :) :)