Sabtu, 13 Februari 2010
about:
Tentang Aku Dia dan Mereka
author:name here
Berjalan, menyusuri serambi sekolah dan memikirkan beberapa pertanyaan. Pertanyaanku saat ini adalah, kenapa aku jatuh cinta pada lelaki itu? Dia memang baru datang dalam kehidupanku. Semenjak dia selalu sms aku, chatting denganku, menanyakan keadaanku. Dia benar-benar membuatku terpesona dengan, senyumnya, baiknya, coolnya, perhatiannya. Oh tuhaaann.. apa dia punya rasa yang sama sepertiku? Aku sangat berharap itu.
Tiba-tiba dari kejauhan nampak lelaki cool itu menyapaku "Hei, dioo!" kini dia benar-benar menyapaku. Ini pertama kali dia menyapaku di sekolah. Dengan senyumnya yang merekah dan lari kecilnya sembari mengambil bola basket yang menggelinding jauh nan disini. Aku melamun, lelaki cool itu menyadarkanku dari lamunanku dengan melambaikan tangannya, aku tersentak dan menjawab sapaannya "Hei traa!!" Lelaki cool itu bernama Putra. Pemain basket sekaligus sepak bola. Iya membalasku dengan senyuman.
***
Siang ini seluruh anggota osis membahas rapat pentas seni. Di sudut ruangan terlihat Mona yang mengutak-atik notebooknya, aku menghampirinya, membuka tas dan mengeluakan netbookku. Sekilas mataku melihat layar notebook Mona. Profil facebook Rino? Haaah? dan tab-tabnya berisi Rino Rino dan Rino.
Nampaknya ia sadar bahwa aku tahu apa yang dilakukannya. Ia segera mengalihkan pandanganku. "Hoy di!!" perempuan yang sepertinya lagi jatuh cinta itu menyapaku. "Hoy mon! ciieeeee. erghem" sifat asliku mulai muncul yaitu menggodai temanku yang sedang jatuh cinta. Mona menjawab godaanku dengan cubitan kecil. Aku tertawa kecil. "Ssssssstt,, Pliss dii jangan bilang-bilang yaaaaa?" Ia berbisik. "Ehhmm gimaaaanaaa yaaa?" aku masih menggodanya "Plisss diii,, kamukan sahabatnya Rino, jangan bilang-bilang yaaa?" Mona memohon "Iya deeeeh,, gimana ceritanya kamu suka Rino? lelaki gendut tinggi berkacamata dan berambut kribo itu?"
bersambung
Label: cerpen
about:
#1 Mengenal Dirinya ( My best playmate )
author:name here
Aku benar-benar merasa
speechless setiap ngeliat kak damar,
he is so incredible. Aku kagum sama dia, selalu aja
keep smilling. Kamu tahu? susah buat dapetin hati kak Damar, saat kamu bilang "
Why?" dan aku bakal jawab "
He has many fans !!", kakak kelas itu membuatku berkecil hati. Bahkan teman sekelasku sendiri. Mereka ngefans sama kak Damar. Oh tuhaaaaan.. aku mulai putus asa.
Tiba-tiba hatiku mulai membesar lagi setelah menerima
massage di
facebook dari kak Damar dan itu,
massage yang selalu dapat mengingatkanku padanya. hanya 2 suku kata "hei-hei" aku belum mengenal kak damar, aku hanya sekedar fans saja pada awalnya. Tapi.. deg..deg..deg jantungku berdebar-debar melihat kak damar berjalan menebarkan senyumnya yang
so cute itu ke banyak manusia. Kak Damar melihat kearahku.. astagaa hatiku tambah degdegkan. Teman-temanku yang lain melongo ngeliat kak Damar lewat.. apalagi si Amii.. huh sainganku bener tuh diaa, sebelumnya aku satu ekskul sama kak Damar, sama Ami jugaa, sama beberapa temanku yang lain.
Kak Damar udah lewat lamunanku beralih pada kak Iin yang masih asik aja ngegodain si Carla. Bumb.. bumb.. bumb.. lompatan kak Iin buat nyenengin hati adeknya Carla yang lagi bete gara-gara ditinggal waktu berangkat sekolah. hihihi lucu juga loh kalo liat kakak beradik yang satu ini..
Hari ini aku pulang jalan kaki.. Bruukkk setumpukan buku-buku yang kubawa jatuh. "hati-hati dong kalo jalan! Gak liat orang bawa buku sebanyak ini apa! Pake tuh mata!!" aku ngomel sama orang yang menabrakku itu. "Eh nyolot lo!! Biasa aja dong! Gue juga gaksengaja nabrak lo" dia menjawab omelanku. "Eh apa lo, elo itu yang gak usah nyolot udah salah gak minta maaf lagi" jawabku sinis "Huuuh !!" meninggalkanku tanpa tanggung jawab dan perkataan maaf.
Aku melihat orang-orang di sekelilingku. Mata mereka mengarah padaku. Malu campur jengkel menjadi satu. Menutupi muka dengan tumpukan buku dan bruuuukk... gilaaa gue nabrak orang lagi. Aku cuma diam tanpa mengomel sedikitpun karena rasa malu, menata bukuku dan hanya diam. Orang-orang disekitarku menertawakanku. Oh tuhaaan cobaan apa ini. Lelaki yang menabrakku itu menadahkan tangannya padaku. Aku meraih tangannya dan segera bangkit, melihat senyum yang benar-benar khas bagiku. Kak Damaaaar!
Oh my gosh.. mimpi apa aku semalam. "Sorry, ya udah nabrak kamu tadi.." Kak Damar meminta maaf, aku masih dengan muka melongo dan menjawab tergagu-gagu "hh.. i..iyaa.. gapapa kook saantaaai ajaaa"
bersambung yaaa :)
Label: novel
Sabtu, 30 Januari 2010
about:
Pengen membuat novel
author:name here
Hi guys!! ini merupakan cita-cita terbesarku gue sejak SD, gue pengen banget nulis novel tapi belum terealisasikan gitu. So, gue harus berusaha buat bikin novel. Novelku sih pengennya kisah nyata diambil dari kisah kehidupanku. Novel yang pengen ku garap judulnya
"My best playmate"
Label: novel
Senin, 14 Desember 2009
about:
TERUSIK
author:name here
Aku Disha, gadis kecil berumur 14 tahun yang baru duduk dibangku kelas 3 SMP,
Sore itu, Aku mulai membuka link www.facebook.com, tak disangka lewat facebook aku bertemu kakak kelasku yang kini sudah SMA namanya Raka. Sempat chatting, dia memulai pembicaraan,
"Hai?, Ingat aku?"tanya Raka kepadaku,
"Tentu, kau Raka cowok Basket yang banyak disukai wanita saat SMP, betul?"tanyaku
"Oh, benarkah? Apakah kau juga suka kepadaku?" Tanya Raka penuh dengan percaya diri
"Sungguh, kau sangat percaya diri sekali, Raka." ungkapku
"Kau tahu, dulu SMP aku sempat menyukaimu?"ungkap Raka
"Benarkah? Tapi sayang, aku tak ada rasa padamu?"ungkapku
segera aku mengakhiri pembicaraan, dan aku offline,, beberapa menit setelah aku offline hpku berdering, ternyata itu sms dari Raka,
**Halo Disha
aku tak mau menjawabnya, ya karena puksaku habis sebenarnya,,
hpku berdering lagi,
**Cinta kamu Disha
sms itu sangat mengusikku, sungguh tak disangka, aku sangat terusik oleh hal ini, Raka selalu saja menggangguku, mulai dari sms hingga misscall-misscal tak jelas. Hal ini tambah mengusikku,, Aku matikan hpku,
Paginya sesampai di sekolah, aku menceritakan hal ini kepada sahabatku Felisha, aku sangat terusikkk,, Felisha menyuruhku untuk terus terang saja. Ya, mungkin ini hal yang harus ku lakukan, disamping itu aku harus Profesional, supaya Raka tidak marah kepadaku, Aku tidak hanya menceritakan hal ini kepada Felisha, tapi juga dengan sahabat laki-lakiku Riza juga Kakakku Rasha, tujuannya agar aku mendapatkan jalan keluar,
Siang itu Raka kembali misscall-misscall hanya aku angkat dan aku diam saja tak berbicara. Kadang-kadang keisenganku muncul tiba-tiba. haha.
Akhirnya aku sms Raka,
**Sori aQ g suka ma kmu, Lebih bik berteman saja, jangan ganggu aQ OK?, aQ sedang tak ingin diganggu olehmu!
Raka membalas
**Maaf jika aku mengganggumu, aku tak berniat untuk itu, sungguh.
Aku tak menjawab sms nya,
hingga beberapa minggu, dia tak menggangguku lagi
about:
not fair.
author:name here
Mereka berempat, panggil saja mereka itu A,B,C dan D. Suatu ketika di kelas 8g, jam pelajaran kosong. Mereka mencari guru matematika yang saat itu seharusnya mengajar di kelas kami. Bapak matematika tidak dapat mengajar karena ia disibukkan oeh sesuatu. Ia hanya memberi tugas kepada kelas 8g. Sesampainya di kelas si A, B, C, dan D, hanya diam, mereka tidak memberitahu aku dan teman-teman mengenai tugas yang diberikan pak guru. Salah seorang teman saya bertanya "Ada tugas ndak'e?"temanku berkata dengan logat jawanya, Si A menjawab "ini baru ditanyain", Karena hal itu aku dan teman-teman sibuk dengan diri kami masing2, ada yang bercanda-canda, dsb.
Suatu ketika bapak matematika itu tadi datang ke kelas 8g. Serentak mereka berkata "Ini pak, tugas matematikanya sudah selesai". Kamipun kaget, bagaimana tidak, mereka ber-4 tidak memberitahu kami mengenai tugas matematika itu. Bapak guru menanyakan "Mana ini kok baru 4 orang yang mengumpulkan?" kami menjawab "Nggak diberitahu pak!", kami di panggil satu-satu untuk menghadap bapak guru, dan apa?? kami di poin. Astaga aku merasa jengkel dengan hal ini, ini semua ulah mereka ber-4.
Seusai pelajaran matematika, temanku yang laki-laki menghampiri mereka ber-4 mereka mengeluarkan kata-kata kotor^^tidak dapat menyebutkan contohnya^^.Ya memang pantas mereka berkata seperti itu untuk orang seperti mereka ber-4. Mereka ber-4 hanya mengeluarkan sepatah duapatah kata untuk teman-teman lelakiku, seperti 'Salah kalian sendiri nggak ngerjain tugasnya' atau 'Udah to ah kalian tu jangan kek gini'.
Suatu saat ketua kelas kami dipanggil oleh BK (Bimbingan konseling). Dan yak bagus poin lagi, itu semua masih berhubungan dengan pelajaran matematika saat itu. Aku dan teman-temanku semakin benci dengan mereka ber-4. Teman laki-laki yang selalu mengusili mereka dengan penuh dendam. Seperti menyembunyikan buku mereka hingga akhirnya mereka dihukum, dsb.
Yah... akhirnya setelah teman-temanku puas mengerjai mereka. Kami berhenti untuk mengerjai mereka. Tapi rasa dihati ini masih dongkol sekali, begitu pula dengan teman-temanku yang lain.
:) :) :)